Berita

Metamorfosis Divisi Benih


Divisi Benih, awalnya didirikan dengan pertimbangan sebagai produk pendukung dari bisnis pestisida yang ada dan sedang berkembang pesat. Sehingga mulailah dibentuk suatu tim yang mulai bergerak untuk melakukan pengujian multi lokasi untuk benih tertentu. Tahun 2007 merupakan tahun pendirian divisi ini dengan dibentuknya beberapa tim untuk
persiapan, pengembangan dan komersialisasi.

Tidak bisa dipungkiri bahwa bisnis benih di Indonesia masih sangat menjanjikan. Persaingannya belum jenuh dan perkembangan pasarnya cukup pesat, seiring dengan mulai bertambahnya pengetahuan dan kesadaran petani Indonesia tentang pemakaian bibit unggul dan hibrida. Namun, bukan berarti pembangunan bisnis ini mudah. Apalagi bisnis benih memerlukan keterampilan dan pengetahuan khusus dalam penanganannya. Perlakuan dan kecermatan dalam proses produksi merupakan syarat yang harus dipenuhi, jika tidak maka hasil dan kualitas benih akan sangat rendah.

Untuk itu pengembangan Research & Development (R&D) menjadi sesuatu yang sangat diperhatikan oleh pihak manajemen. Dari R&D akan tercipta varietas- varietas baru yang akan disesuaikan dengan selera pasar yang selalu berkembang, disamping pertimbangan akan kualitas varietas itu sendiri, seperti ketahanan hama dan penyakit, kuantitas produksi dan kemudahan dalam pemeliharaannya.

Dalam hal pengembangan R&D itu sendiri, pihak Divisi benih giat melakukan investasi baik pada sumberdaya manusia (manpower) maupun pengembangan dan pembangunan lokasi uji (farm), baik di dataran tinggi, sedang dan rendah. Dari sinilah akan tercipta cikal bakal unit produksi di masa mendatang. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk memiliki unit produksi sendiri adalah lebih mudahnya kontrol manajemen terhadap faktor- faktor yang mempengaruhi produk. Seperti halnya ketersediaan stok secara kontinyu , perubahan selera pasar (product life cycle),kemurnian produk (benih) yang didapat.

Selain itu, memproduksi sendiri jelas lebih mudah dalam mengikuti regulasi benih di Indonesia ketimbang melakukan importasi.
Selain pengembangan R&D beserta sarananya, pihak manajemen juga melakukan pengembangan tim yang merupakan pilar yang sangat penting dalam suatu bisnis. Dengan visi 4 – 5 tahun mampu mandiri dan bisa dijadikan sebagai pilar utama bagi grup, maka sangat penting untuk dilakukannya kaderisasi.

Oleh karena itu pengasahan kedisiplinan dengan penerapan leadership by example juga sangat diperhatikan oleh pihak manajemen. Beberapa kriteria lain yang diharapkan berkembang dan semakin maju dari para kader divisi benih adalah kerjasama tim, skill dan kemampuan tim, juga komunikasi dan kredibilitas tim. Sehingga akan mampu menjalankan roda bisnis secara optimal sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.

Dengan berbekal pengalaman dan pengembangan yang terus bertumbuh, kini Divisi Benih sedang mulai mewujudkan visinya, menjadi sebuah perusahaan benih dengan nama PT. Hextar Seed Indonesia. Perjalanan masih panjang, selamat berkarya Hextar Seed Indonesia.


Berita Lainnya

Ini Syarat Agar Sektor Pertanian Indonesia Mandiri

Sektor pertanian Indonesia saat ini belum sepenuhnya mandiri.

Tips Atasi Penyakit Bulai Pada Jagung

Salah satu kendala yang dihadapi dalam budidaya tanaman jagung adalah penyakit bulai yang disebabkan oleh Peronosclerospora maydis.

Pengendalian Ulat Api Pada Tanaman Kelapa Sawit

Ulat Api (Setothosea asigna / Setora nitens) merupakan salah satu hama penting pada tanaman kelapa sawit.

Buletin GRATIS Update Tiap Bulan

Hubungi Kami

PT Dharma Guna Wibawa
Alamat: Jalan Agung Perkasa 10, North Jakarta, Jakarta, Indonesia
Telp: (021) 6520222
Email: contact@pt-dgw.com